Kamis, 28 September 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3

 Modul 1.3
Visi Guru Penggerak

Sulaiman
CGP Angkatan 9
SMPN 17 Tangerang Selatan

Assalamu'alikum, Wr.Wb

Pada kesempatan ini saya Sulaiman calon guru penggerak angkatan 9 dari SMPN 17 Tangerang Selatan. Saya akan menuliskan jurnal refleksi dwi mingguan modul 1.2 tentang Visi Guru Penggerak. Jurnal ini adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan yang ditulis secara runtin setiap dua mingguan, serta salah satu kewajiban yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak.

Dalam penulisan jurnal refleksi kali ini Saya masih sama dengan jurnal sebelumnya menggunakan  model 1, yaitu 4 F (fact, feeling, findings, dan future) yang diprakasai oleh Dr. Roger Greenaway.

1. Facts (Peristiwa)

Setelah saya mempelajari modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional – Ki Hadjar Dewantara, dan modul 1.2. tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Kemudian saya beserta CGP Angkatan 9 Kota Tangerang Selatan mulai mempelajari modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak, secara daring menggunakan LMS Pendidikan Guru Penggerak, kegiatan ini menggunakan alur yang disebut dengan alur MERDEKA yaitu:

(1) Mulai dari diri

Saya mulai mempelajari modul 1.3. dengan membuka tautan mulai dari diri. Di sini saya mendapat tugas untuk membuat gambaran imajiku tentang murid di masa depan. Jadi, saya harus membuat satu gambar mengenai murid yang saya dambakan 5-10 tahun mendatang. Saya juga menjelaskan situasi murid, peran guru, juga suasana sekolah sesuai dengan cita-cita saya. Pada tugas ini impian murid saya adalah murid yang bisa memberikan manfaat pada orang lain, yang tentunya juga gambaran dari profil Pelajar Pancasila. Mengimajinasikan sosok murid impian adalah hal yang selama ini tidak terpikirkan, saya baru baru tersadar bahwa seharusnya seorang guru memiliki impian indah tentang murid-muridnya di masa depan dan memotivasi diri untuk mewujudkannya. Berikut tugas yang saya lampirkan :

(2) Eksplorasi Konsep

Di bagian eksplorasi konsep, saya diberi pengantar tentang paradigma inkuiri apresiatif. Di bagian pengantar, saya juga diberi puisi pemantik yang berjudul “Aku Melihat Indonesia” karya Soekarno. Setelah itu, saya mempelajari materi tentang “Berpikir Strategis”, “Inkuiri Apresiatif sebagai Paradigma”, “Inkuiri Apresiatif sebagai Pendekatan Manajemen Perubahan (BAGJA)”, “Tahapan BAGJA”, “Proses Inkuiri dalam BAGJA”, dan “Amati - Tiru – Modifikasi”. Setelah itu, saya melakukan refleksi mandiri tentang pengalaman yang sudah dilakukan menggunakan kanvas BAGJA. Tugas ini dapat diakses melalui tautan:

https://docs.google.com/presentation/d/1ePv3i8Y9cpa1UZ2KKU2OWpLkwi7PIDY5YfUzrEb7SjQ/edit?usp=sharing

Setelah itu saya, melakukan diskusi asinkron. Ada dua topik dalam diskusi asinkron.

1. Berbagi Visi Murid Impian
2. Berbagi Tugas Kesimpulan tentang Inkuiri Apresiatif 

(3) Ruang Kolaborasi

Ruang kolaborasi dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah diskusi dengan anggota kelompok yang dipandu oleh fasilitator yaitu Nida Nurfaidah, yang kedua adalah bagian presentasi hasil diskusi kelompok. Semua dilakukan melalui GMeet. Pada ruang kolaborasi ini, kami dibagi menjadi 2 kelompok dan saya berada dikelompok 1 bersama Bapak Helmi, Ibu Tri Nurhayati, Ibu Iyan, dan Ibu Sisca Desiyana. Di dalam kelompok ini, kami diminta membuat atau menyusun rencana BAGJA dari kalimat Prakarsa perubahan.

Hasil dari diskusi ruang kolaborasi kelompok, bisa dilihat melalui tautan berikut: 


(4) Demonstrasi Kontektual

Di bagian Demontrasi kontekstual ini, saya mendapatkan tugas tentang penerapan inkuiri apresiatif dengan membuat Prakarsa perubahan dengan tahapan BAGJA. Tugas demontrasi kontekstual yang saya buat dapat diakses melalui tautan berikut: 

https://online.fliphtml5.com/okihg/fbzz/

(5) Elaborasi Pemahaman

Di bagian ini, saya ditugaskan untuk memberikan pertanyaan yang dapat menguatkan pemahaman saya tentang isi modul 1.3.

Beberapa pertanyaan yang akan mengguatkan pemahaman saya akan materi konsep di modul 1.3 adalah:

Langkah utama apa yang tepat dalam menyamakan persepsi dengan pimpinan sekolah sebelum merumuskan prakarsa perubahan sesuai pendekatan BAGJA?

Saya juga melakukan elaborasi pemahaman dengan instruktur melalui Gmeet pada Hari Selasa, 26 September 2023 pukul 13.00 – 14.30 WIB. Instruktur yang memandu kegaiatan elaborasi adalah Ibu Ade Mutiarawati.

(6) Koneksi Antar Materi

Bagian ini adalah pengaitan antar materi yang sudah saya pelajari mulai dari modul 1.1, 1.2, dan 1.3. Tugas di bagian ini adalah menjawab kaitan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, dan Profil pelajar Pancasila pada murid-murid dengan paradigma inkuiri apresiatif. Selain itu, saya juga harus membuat revisi dan merumuskan dengan penuh keyakinan visi yang telah dibuat berdasarkan jawaban pertanyaan di atas, ke dalam sebuah visi yang membuat saya bersemangat ketika membacanya, dan menggerakkan hati setiap orang yang membacanya.

https://online.fliphtml5.com/okihg/xeku/

(7) Aksi Nyata

Aksi nyata berisi pemahaman saya tentang modul 1.3. yang diterapkan secara nyata. Di aksi nyata ini saya melakukan Prakarsa Perubahan dengan membuat kegiatan pembelajaran yang meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran diferensiasi.



2. Feelings (Perasaan)

Selama saya mempelajari Modul 1.3., saya merasa semangat, bangga, senang, dan tentunya tertantang. Saya semangat karena di modul 1.3. ini saya bisa mempelajari materi tentang visi guru penggerak yang cukup mencerahkan bagi saya dan tentunya menambah semangat saya sebagai guru. Saya bisa lebih paham tentang apa itu inkuiri apresiatif, Prakarsa perubahan, dan tahapan BAGJA. Saya bangga karena saya memiliki kesempatan untuk mempelajari materi yang sangat luar biasa dan sangat bermanfaat ini. Saya senang karena bisa berkolaborasi dengan teman CGP lain untuk membuat presentasi tentang pembuatan prakarsa perubahan dengan tahapan BAGJA. Saya juga sangat tertantang dengan tugas-tugas yang diberikan di sela kesibukan saya sebagai guru di sekolah.

3. Findings (Pembelajaran)

Di Modul 1.3. saya mendapatkan materi tentang paradigma inkuiri apresiatif (IA), yakni pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Pendekatan IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi. Saya juga mempelajari tahapan BAGJA sebagai salah satu kegiatan dalam manajemen perubahan. Adapun tahapan dalam BAGJA adalah :

- Buat pertanyaan utama,
- Ambil pelajaran,
- Gali mampu,
- Jabarkan rencana,
- Atur eksekusi.

4. Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 1.3 tentang visi guru penggerak, saya termotivasi untuk menjadi bagian dari perubahan dan mencoba mulai dari diri sendiri untuk melakukan hal terbaik dalam menentukan prakarsa perubahan guna mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid agar tujuan pendidikan dapat tercapai sejalan dengan pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara yaitu mewujudkan murid agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Saya akan menerapkan inkuiri apresiatif untuk melaksanakan manajemen perubahan di sekolah saya. Saya akan membuat prakarsa perubahan untuk mewujudkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tentunya akan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Kedepannya peningkatan kualitas pembelajaran itu akan lebih cepat dalam mewujudkan siswa dengan karakter profil pelajar Pancasila.

Sebelum itu, saya termotivasi untuk berkolaborasi dengan rekan sejawat dan berkonsultasi dengan kepala sekolah dalam rangka merumuskan Visi Sekolah yang berpihak pada murid. Selain itu, saya juga akan mensosialisasikan paradigma inkuiri apresiatif dengan tahapan BAGJA untuk mempermudah pencapaian Visi Sekolah.

Demikian refleksi dwi mingguan modul 1.3. yang bisa saya tuliskan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Salam guru penggerak. 

Tergerak, Bergerak, Menggerakkan

Rabu, 20 September 2023

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.2

Nilai dan Peran Guru Penggerak
Oleh Sulaiman CGP Angkatan 9


Assalamu'alikum Wr.Wb

Pada kesempatan ini saya Sulaiman calon guru penggerak angkatan 9 dari SMPN 17 Tangerang Selatan. Saya akan menuliskan jurnal refleksi dwi mingguan modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Jurnal ini adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan yang ditulis secara runtin setiap dua mingguan, serta salah satu kewajiban yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak.

Dalam penulisan jurnal refleksi kali ini Saya menggunakan  model 1, yaitu 4 F (fact, feeling, findings, dan future) yang diprakasai oleh Dr. Roger Greenaway.

1. Facts (Peristiwa)

Pada tanggal 1 September 2023 Saya mulai mempelajari modul 1.2 tentang nilai dan peran guru penggerak. Saya mempelajari modul 1.2. dengan alur MERDEKA, yakni:

a. Mulai dari Diri

Saya mulai mempelajari modul 1.2. dengan membuka tautan mulai dari diri. Di sini saya mendapat tugas untuk membuat trapesium usia dan saya juga melakukan refleksi dengan menjelaskan isi dari trapesium usia yang sudah saya buat. Selain itu, saya juga memaparkan tentang peran saya sebagai guru penggerak.

b. Eksplorasi Konsep

Di bagian eksplorasi konsep, saya mempelajari topik utama, yakni Nilai Kemanusiaan: Kebajikan Universal yang terdiri atas 3 subtopik materi, yakni: 1) Bagaimana Manusia Tergerak, 2) Bagaimana Manusia Merdeka Bergerak, dan 3) Bagaimana Menggerakkan Manusia: menuntun Kekuatan Kodrat Manusia. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan forum berdiskusi tentang nilai dan kegiatan penerapan peran Guru Penggerak di sekolah.

c. Ruang Kolaborasi

Ruang kolaborasi dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah diskusi dengan anggota kelompok dan yang kedua adalah bagian presentasi hasil diskusi kelompok. Ruang Kolaborasi dipandu dan difasilitasi oleh Ibu Nida Nurfaidah selaku Fasilitator. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring memalui google meet. Diskusi kelompok di ruang kolaborasi pertama dilakukan pada Hari Selasa, 5 September 2023 pukul 19.00 - 21.30 WIB. Sementara itu, presentasi hasil diskusi dilaksanakan pada hari Rabu, 6 September 2023 pukul 19.00- 21.30 WIB.



d. Demonstrasi Kontekstual

Pada kegiatan ini, saya mendapatkan tugas untuk menggambarkan diri saya sebagai guru penggerak di masa depan atau ketika sudah menjadi guru penggerak selama tiga tahun.

e. Elaborasi Pemahaman

Saya melakukan elaborasi pemahaman dengan instruktur melalui Gmeet pada hari Selasa, 12 September 2023 pukul 13.00 - 14.30 WIB. Instruktur yang memandu kegiatan elaborasi adalah Ibu Dianindah Apriyani.

f. Koneksi Antar Materi

Pada kegiatan ini adalah pengaitan antarmateri yang sudah saya pelajari mulai dari modul 1.1. dan modul 1.2. Tugas di bagian ini adalah membuat refleksi dengan model 4C.


g. Aksi Nyata

Aksi nyata berisi pemahaman saya tentang modul 1.2. yang sudah saya terapkan secara nyata di sekolah.

Selain melakukan kegiatan sesuai alur M-E-R-D-E-K-A, pada hari Kamis, 14 September 2023 saya juga mengikuti Pendampingan Individu (PI) bersama pengajar praktik kelompok saya, yakni Ibu Romadhona Diah. Dalam PI, Ibu Dona (panggilannya) menggali pemahaman saya tentang materi yang ada di LMS, harapan/kekahwatiran menjadi guru penggerak, aksi nyata, dan portofolio digital.




2. Feelings (Perasaan)

Setelah mempelajari modul 1.2 dan mengikuti serangkaian kegiatan baik belajar secara mandiri maupun diskusi secara virtual, akhirnya saya memahami bagaimana nilai dan peran guru penggerak. Selama saya mempelajari Modul tersebut, saya merasakan perasaan yang tertantang, senang, dan semangat. Saya merasa sangat tertantang dengan melihat waktu pengerjaan dan pengiriman tugas-tugas yang diberikan di sela kesibukan saya sebagai guru di sekolah. Saya merasa senang karena dapat berkolaborasi dengan rekan CGP lain untuk membuat presentasi yang memberikan dampak positif dan mempermudah saya dalam memahami Modul 1.2. Saya semangat karena dapat mempelajari tentang nilai dan peran guru penggerak yang mencerahkan dan menginspirasi bagi saya dalam mempraktikan pada kegiatan pembelajaran di sekolah.

3. Findings (Pembelajaran)

Selama dua minggu mempelajari Modul 1.2 ini, banyak pengalaman dan ilmu yang saya peroleh. Yang pertama saya mendapatkan pembelajaran tentang bagaimana cara kerja otak manusia (thinking fast dan thinking slow). Yang kedua saya belajar tentang 5 kebutuhan dasar manusia, yaitu kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kesenangan, kebebasan, dan bertahan hidup. Kemudian, saya juga mempelajari materi tentang nilai dan peran guru penggerak. Nilai guru penggerak di antaranya adalah berpihak kepada siswa, mandiri, kolaboratif, reflektif, dan inovatif. Sementara itu, peran guru penggerak adalah sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan siswa, dan menggerakkan komunitas praktisi.

4. Future (Penerapan)

Setelah mempelajari dan memahami nilai dan peran guru penggerak di modul 1.2. ini, saya akan menguatkan nilai-nilai guru penggerak yang saya miliki untuk mendukung peran saya sebagai guru penggerak dan saya akan terus berusaha menerapkan beberapa hal berikut: 1) Merancang dan menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan menyenangkan dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang menarik, serta memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. 2) Saya akan secara mandiri mengikuti seminar atau diklat baik secara online ataupun offline yang akan menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi saya. 3) Lebih banyak melakukan refleksi diri untuk mengevaluasi terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri saya dan pembelajaran saya yang nantinya dapat dijadikan sebagai proses perbaikan. 4) Bekerjasama dengan rekan dan pemangku kebijakan untuk mencapai tujuan serta untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih baik. 5) Berkreasi dan berinovasi dalam membuat media pembelajaran .

Demikian refleksi dwi mingguan modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Salam Guru Penggerak! Tergerak, Bergerak, Menggerakkan


Kamis, 31 Agustus 2023

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN

Modul 1.1 

Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Oleh Sulaiman CGP Angkatan 9


Pada kesempatan ini saya Sulaiman calon guru penggerak angkatan 9 dari SMPN 17 Tangerang Selatan. Saya akan menuliskan jurnal refleksi dwi mingguan modul 1.1 tentang Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Jurnal ini adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan pelatihan yang ditulis secara runtin setiap dua mingguan, serta salah satu kewajiban yang harus dibuat oleh setiap calon guru penggerak.

Dalam penulisan jurnal refleksi kali ini Saya menggunakan  model 1, yaitu 4 F (fact, feeling, findings, dan future) yang diprakasai oleh Dr. Roger Greenaway.

1. Facts (Peristiwa)

Pada tanggal 16 Agustus 2023 CGP Angkatan 9 resmi dibuka oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim, B.A.,M.B.A dan Dirjen GTK melalui zoom dan kanal youtube yang dikuti cgp se Indonesia. Pembukaan juga diisi oleh Kepala Balai Guru Penggerak. Beliau menyampaikan bahwa selama mengikuti diklat guru penggerak diharap para CGP jangan sampai berhenti di tengah jalan karena Bapak/Ibu adalah guru-guru pilihan. Jangan dijadikan alasan karena kendala-kendala yang dapat menghambat proses belajar. Setelah kegiatan zoom meeting seluruh CGP Angkatan 7 wajib mengikuti kegiatan-kegiatan serta pelatihan-pelatihan yang ada di LMS, kegiatan pertama adalah kegiatan pree test yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2023.

Pada tanggal 19 - 20 Agustus 2023 diadakan Lokakarya Orientasi secara daring dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 11.00 WIB. Dengan bimbingan Ibu Nida Nurfidah, Bapak Arizal Muhaemin Yunus, dan Ibu Romadhona Diah selaku Pengajar Praktik, Lokakarya Orientasi sunguh sangat menyenangkan dan merupakan kesempatan pertama bagi saya menimba ilmu di pelatihan guru penggerak menuju tahap-tahap pelatihan berikutnya. Semoga saya dapat dapat menyelesaikan program CGP angkatan 9 ini dengan lancar. Ketiga pengajar praktik sangat menyenangkan dalam memberikan pemahaman materi, bahkan memberikan dorongan semangat kepada CGP angkatan 9 agar senantiasa belajar dengan penuh bahagia dan semangat.

Mulai dari mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan Eksplorasi konsep yang dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2023, Konsep di forum diskusi yang dipimpin dan dipandu oleh fasilitator, dari kegiatan Mulai dari diri dan Eksplorasi konsep ini kami mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan dan Pengajaran, kami diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak.


Setelah Kami Mulai Dari Diri dan Eksplorasi yang dilaksanakan secara diskusi selanjutnya Kami berdiskusi dengan fasilitator pada modul 1.1 a.4.1 eksplorasi konsep yang dilaksanakan secara virtual melalui google meet. pada tanggal 22 Agustus 2023.

Dua pekan sudah mulai 21 Agustus hingga 30 Agustus 2023 saya menambah wawasan, mengasah kemampuan melalui LMS tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional -Ki Hadjar Dewantara bersama fasilitator Ibu Nida Nurfaidah. Adapun serangkaian kegiatan yang dipelajari dalam LMS, adalah mulai dari diri (21 Agustus 2023), eksplorasi konsep (22 Agsutus 2023), Ruang kolaborasi (23 dan 24 Agsutus 2023), demonstrasi kontekstual (25 Agustus 2023), elaborasi pemahaman (29 Agusutus 2023) yang disampaikan oleh instruktur Ibu Niky Noberta yang diadakan melalui Google Meet tentang pemahaman secara mendalam konsep dasar pemikiran Filosofis Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan abad 21, koneksi antar materi (29 Agustus 2023) (kesimpulan dan refleksi).



2. Feeling (Perasaan)

Selama mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak ini, Saya merasa senang dan bangga meskipun ada sedikit kendala yang dialami, diantaranya seringkali jaringan internet yang tidak setabil sehingga ada beberapa sesi terlewatkan tetapi hal itu tidak menjadikan alasan bagi Saya untuk tetap semangat belajar dan mengembangkan kompetensi diri serta kesempatan ikut berperan dalam perubahan pendidikan di Indonesia. Selain itu juga ada perasaan ragu dan takut tidak bisa mengikuti kegiatan secara optimal karena berbarengan dan benturan kegiatan sekolah, terkadang muncul perasaan minder karena melihat kecakapan teman-teman calon guru penggerak yang hampir mayoritas hebat-hebat. Namun saya punya semangat untuk belajar dan berkembang sehingga saya percaya diri dengan bekal keinginan yang kuat saya mampu untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini dengan baik.

Melalui kegiatan pendidikan ini banyak ilmu yang saya peroleh selama menjalani dua pekan mengikuti pendidikan guru penggerak ini, mulai dari bagaimana menjadi pendidik yang seharusnya, bagaimana pendidik harus menghamba pada anak, yang pada awalnya kata "menghamba pada anak" terasa menggajal dipikiran. Saya merasa kata "menghamba" terlalu berlebihan karena jika dalam prespektif agama yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Namun, setelah berdiskusi dengan teman-teman Saya memahami bahwa pengajar harus total dalam memberikan pendidikan dan pengajaran pada muridnya, dengan mendidik anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, dengan tetap menjaga sosio kultural budaya yang ada. Serangkaian kegiatan yang ada di dalam platform LMS menyadarkan saya bahwa apa yang saya miliki saat ini tentang pendidikan dan pengajaran jauh dari konsep dasar pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara. Kegiatan mempelajari modul secara mandiri melalui LMS merupakan upaya memandirikan diri dalam belajar. Dengan mempelajari modul ini saya berharap bisa menjadi pemimpin pendidikan dan penggerak menuju tansformasi pendidikan yang sesuai dengan zaman dan berlandaskan jati diri bangsa. Menjadi seorang pendidik yang tergerak, bergerak dan menggerakkan.

Saat ini Saya telah menyadari dan berupaya sekuat tenaga dan pikiran untuk menerapkan konsep dasar pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran di ruang kelas. Saya merasa bersalah jika saya tidak tulus mencintai anak didik dalam proses menuntun. Saya harus membiasakan diri untuk memahami karakteristik anak dan tidak serta-merta marah dan memberikan label pada anak yang seringkali membuat kelas tidak kondusif atau bercanda. Namun saya mengarahkannya untuk hal-hal yang positif, menyenangkan dan menunjang pembelajaran. Adapun langkah pertama adalah memahami gaya belajar anak apakah jenis gaya audio, visual, atau kinestetik. Setelah mengetahui saya merumuskan langkah-langkah pembelajaran dengan pemanfaatan media diantaranya media teknologi agar suasana pembelajaan menyenangkan dan tidak membosankan.

3. Findings (Pembelajaran)

Dari pembelajaran Modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara ini saya akan berusaha untuk memahami dan mengimplementasikan secara maksimal pemikiran pemikiran KHD sehingga saya bisa menerapkan secara sadar akan pentingnya peran seorang pendidk saya juga akan berupaya untuk menjadi pendidik yang berkualitas dengan selalu terbuka terhadap perubahan dan mengikuti perkembangan teknologi dan mengadaptasikannya sesuai dengan sosio kultural budaya di sekolah. Saya akan berusaha menjadi guru yang dirindukan oleh murid-murid dengan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada Murid, saya akan belajar untuk menjadi pemimpin pembelajaran minimal untuk sekolah dan rekan sejawat serta berupaya untuk mengeksplor kemampuan yang selama ini belum maksimal saya kembangkan dan terus berinovasi sehingga pembelajaran saya bisa berjalan dengan baik dan sesuai perkembangan teknologi kekininan. Hal demikian semata-mata dilakukan demi transformasi pendidikan yang berpusat pada anak dan memerdekakan dalam mengembangkan kompetensinya sesuai bakat dan minat yang dimiliki.

Saya menyadari bahwa pendidikan dan pengajaran harus berjalan selaras dengan penghidupan dan kehidupan bangsa agar semangat cinta tanah air dapat senantiasa terpelihara. Ki Hajar Dewantara menekankan agar pendidikan selalu memperhatikan; a) Kodrat Alam, b) Kemerdekaan, c) Kemanusiaan, d) Sosio-kultur, dan e) Kebangsaan Selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD-2009) tentang pendidikan dan pengajaran "pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”,  dengan demikian dapat diartikan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha serta fokus pada proses dalam usaha pembentukan mental dan karakter suatu bangsa sesuai dengan lingkungannya.

Artinya setiap anak sudah memiliki bakat dan potensinya masing-masing. Selain itu, berdasarkan filosofis pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, kita harus memandang anak sebagai individu yang unik. Setiap anak punya ciri belajarnya masing-masing, sehingga kita sebagai pendidik harus melaksanakan pembelajaran yang berdiferensiasi.

Wajib bagi pendidik melakukan asessmen diagnostik awal untuk mengetahui kebutuhan, profil, gaya belajar, metode belajar sesuai dengan kondisi anak, sehingga kita sebagai pendidk dapat merancang pembelajaran yang tepat serta sesuai dengan yang dibutuhkan anak yang lebih dikenal dengan istilah ‘berhamba pada anak’. Disisi lain, proses pendidikan dan pembelajaran harus menerapkan budi pekerti yang luhur atau akhlak mulia dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

Future (Penerapan)

Pembelajaran Modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hajar Dewantara ini, memotivasi saya untuk berupaya melakukan hal-hal terbaik dalam proses pendidikan dan pengajaran agar tujuan pendidikan bisa tercapai seiring dan selaras dengan konsep dasar pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara. Seperti : Mengubah metode dan model pembelajaran di kelas yang dulu saya selalu memberi batasan-batasan dalam tugas, kini siswa bisa menyelesaikan tugas sesuai kreatifitasnya akan tetapi tetap sesuai dengan materi. Mengubah pandangan bahwa anak bukan seperti kertas putih kosong melainkan tabula rasa ( samar-samar sudah ada goresan dan tugas pendidik mempertebal lakunya) Mengubah cara pandang terhadap anak yang semula berorientasi pada nilai menjadi berorientasi pada proses. Merancang dan melakukan asessmen diagnostik awal untuk mengetahui profil anak. Merancang pembelajaran sesuai dengan hasil asessmen diagnostik awal yang telah dilakukan, Membuat kesepakatan di awal pembelajaran. Melaksanakan pembelajaran yang berinovasi dengan metode berkolaborasi, mandiri dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga pendidikan berpusat pada peserta didik.


Rabu, 02 Maret 2022

Kisi-kisi Ujian Sekolah PPKn dan BK

Kisi-Kisi UM dan PAT PPKn Kelas XII MIPA/IIS

 

 

 

 

Kompetensi Dasar

Kls/ Semester

Materi

Indikator Soal

 

3.1      Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

 

 

X/1

Sistem Pembagian kekuasaan

Di sajikan teori Montesquieu  yang mencetuskan Trias Politika, yang kemudian membagi kekuasaan negara menjadi tiga bagian yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Peserta  didik dapat menjelaskankan Kekuasaan eksekutif di Indonesia.

 

Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan lembaga Pemerintah Non Kementerian.

Peserta didik dapat menunjukan  contoh lembaga non kementerian negara di Indonesia.

 

Nilai-nilai pancasila dalam penyelenggaraan Pemerintahan.

Peserta didik dapat menjelaskankan wujud  penerapan nilai-nilai pancasila dalam pengambilan keputusan.

 

3.2      Mengkatagorikan

ketentuan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan

 

Wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia.

Peserta didik dapat menyebutkan luas Laut teritorial yang merupakan batas wilayah negara berdasarkan hukum laut internasional yang diukur dari garis pantai.

 

Kedudukan Warga Negara dan penduduk Indonesia.

Peseta didik dapat menyebutkan cara memperoleh status kewarganegaraan Republik Indonesia.

 

3.3      Menganalisis  kewenangan  lembaga-lembaga Negara menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Lembaga-lembaga negara Berdasarkan UUD Tahun 1945

Peserta didik dapat menjelaskan selain DPR dan Presiden. Lembaga yang berhak untuk mengajukan rancangan undang-undang yang berhubungan dengan otonomi daerah.

 

3.4  Mengkreasikan  hubungan pemerintahan pusat dan daerah menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah.

Peserta didik dapat menganalisis hubungan struktural pemerintah pusat dan pemerintah daearah.

 

 

3.5 Menganalisis Faktor-faktor pembentk integrasi nasional dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika

X2

 

 

Kedudukan Bhinneka Tunggal Ika untuk memperkokoh NKRI

Peserta didik dapat menjelaskan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang mempunyai nilai filosofis bagi bangsa Indonesia.

 

3.6 Memprediksi indikator ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannyadi bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Ancaman terhadap integrasi nasional

Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk ancaman dibidang militer yang berasal dari luar.

 

3.7 Mengkarakteristikan arti pentingnya wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peran serta warga negara dalam mendukung implementasi wawasan nusantara.

 

 

Peserta didik dapat menjelaskan implementasi Wawasan Nusantara di bidnag Pertahanan dan keamanan

 

3.1    Menganalisis kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia dalam prespektif  Pancasila untuk mewujudkan harmoni hak dan kewajiban asasi manusia dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara

 

XI/1

Hak Asasi M anusia

Peserta didik dapat menjelaskan hak untuk mengembangkan diri menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia.

 

 Hak Asasi Manusia dalam perspektif Pancasila

Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap yang menunjukan penegakan hak asasi manusia sesuai sila persatuan Indonesia.

 

Kasus Pelanggaran Hak Asasi manusia

Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis kejahatan yang tergolong dalam kejahatan kemanusiaan.

 

3.2    Mengkreasikan   sistem dan dinamika demokrasi Pancasila sesuai dengan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Hakikat Demokrasi

Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik bentuk demokrasi langsung

 

Dinamika penerapan demokrasi di Indonesia

Peserta didik dapat menyebutkan salah satu prinsip demokrasi Pancasila.

 

Membangun kehidupan yang demokratis di Indonesia.

Peserta didik dapat menjelaskan prilaku yang mencerminkan sikap demokratis di lingkungan keluarga.

 

3.3    Memproyeksikan sistem hukum dan peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Sistem Hukum di Indonesia

 

Disajikan pernyataan pengertian hukum . Peserta didik dapat menyimpulkan pengertian hukum

 

 

Sistem Peradilan Indonesia

Peserta didik dapat mengidetifikasi tindakan yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum di lingkungan sekolah.

 

3.4    Menganalisis dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia sesuai Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945

 

XI/2

Peran Indonesia dalam organisasi Internasional

Disajikan wacana tentang Perdamaian Dunia, peserta didik dapat menganalisis peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

 

3.5    Memprediksi  kasus-kasus ancaman terhadap Ipoleksos-budhankam dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Ancaman terhadap intgrasi nasional.

Peserta didik dapat mengidentifikasi bentuk ancaman Militer yang dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara.

 

3.6    Merasionalkan  faktor pendorong dan  penghambat persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Faktor Pendorong Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia

Peserta didik dapat menyebutkan tiga Faktor pendorong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia

 

3.1   Menganalisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

XII/1

Hak dan kewajiban sebagai warga negara

Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan warga negara Indonesia dengan penduduk.

 

Substansi Hak dan Kewajiban sebagai warga negara dalam Pancasila

Peserta didik dapat  menganalisis upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya ketimpangan antara hak dan kewajiban warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

 

3.2    Memprediksi  praksis pelindungan dan penegakan hukumuntuk menjamin keadilan dan kedamaian

 

Hakikat Perlindungan dan Penegakan Hukum

 

Di sajikan data sumber hukum formal dan material. Peserta didik dapat menunjukan dengan tepat sumber-sumber hukum secara material.

 

3.3  Mengkotraskan pengaruh positif dan negatif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

XII/2

Pengaruh Positif  Kemajuan Iptek Terhadap NKRI.

Peserta didik dapat menyebutkan empat  pengaruh positif kemajuan IPTEK terhadap negara Kesatuan Republik Indonesia dalam aspek pertahanan dan keamanan

 

Pengaruh Positif  Kemajuan Iptek Terhadap NKRI.

Disajikan pernyataan tentang pengaruh kemajuan Iptek pada aspek politik. Peserta didik dapat menunjukan pengaruh kemajuan Iptek pada aspek politik.

 

Pengaruh Positif  Kemajuan Iptek Terhadap NKRI.

Disajikan data tentang pengaruh perkembangan iptek  dalam aspek ekonomi. Peserta didik dapat menunjukkan perkembangan Iptek dalam aspek ekonomi

 

 

XII/2

Pengaruh Positif  Kemajuan Iptek Terhadap NKRI.

Peserta didik dapat menunjukkan perkembangan Iptek dalam aspek Transportasi

 

Pengaruh Negatif  Kemajuan Iptek Terhadap NKRI

Peserta didik dapat menyebutkan salah satu contoh  penyalahgunaaan internet yang dapat merugikan orang lain.

 

Sikap selektif dalam menghadapi berbagai pengaruh kemajuan IPTEK

Peserta didik dapat menjelaskan sikap selektif  yang harus dikembangkan bangsa Indonesia dalam menghadapi kemajuan Iptek

 

3.4  Mengevaluasi dinamika persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara

 

XII/2

Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik dapat menjelaskan makna Indonesia sebagai satu kesatuan sosial dan budaya.

 

Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia

Disajikan data tugas-tugas pemerintah pusat di bidang yustisi. Peserta didik dapat menyebutkan tugas pemrtintah pusat di bidang yustisi.

 

Hakikat Negara Kesatuan Republik indonesia

Disajikan data cirri-ciri bentuk negara keasatuan dengan sistem desentralisasi. Peserta didik dapat menyebutkan salah satu bentuk negara kesatuan dengan sistem desentralisasi..

 

 

XII/2

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat menyebutkan upaya yang dapat dilakukan  dalam menghadapi pengaruh kemajuan Iptek.

 

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat menunjukkan sikap  jika negara mendapat ancaman dari kelompok tertentu yang ingin memisahkan diri dari  negara Indonesia.

 

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat menyebutkan salah satu perubahan mendasar dalam ketatanegaraan Indonesia setelah perubahan UUD NRI Tahun 1945.

 

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat menunjukkan contoh perbuatan adil yang dapat menciptakan persatuan dan kesatuan yang sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945.

 

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat menunjukkan sikap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah

 

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat mengetahui alasan sebab akibat dijadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

 

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Peserta didik dapat mengetahui salah satu faktor pendorong terbinanya persatuan dan kesatuan bangsa.

 


Kisi-kisi PTS 2 PPKn Kelas X

1. Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

    - Kebhinnekaan Bangsa Indonesia

    - Pentingnya Konsep Integrasi Nasional

    - Faktor-Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

    - Tantangan dalam Menjaga Keutuhan NKRI

    - Peran Serta Warga Negara dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa 

2. Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

    - Ancaman terhadap Integrasi Nasional

    - Ancaman di Bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM

    - Peran Serta Masyarakat untuk Mengatasi Berbagai Ancaman dalam Membangun Integrasi Nasional


Kisi-kisi PTS 2 PPKn Kelas XI

1. Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

    - Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia melalui Hubungan Internasional

    - Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia melalui Organisasi Internasional

2. Mewaspadai Ancaman Terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia

    - Menelaah Ancaman terhadap Integrasi Nasional

    - Strategi Mengatasi Berbagai Ancaman terhadap Ipoleksosbudhankam dalam Membangun Integrasi Nasional



 KISI-KISI BK KELAS VIII

- Berpikir rasional, kritis dan asosiatif

- Belajar efektif

- Pengertian dan perbedaan sikap, minat dan bakat

- Perubahan fisik dan psikis remaja

- Pergaulan sehat (positif) vs pergaulan tidak sehat (negatif)

- Pengaruh positif dan negatif teknologi (gadget)

- Tanggung jawab penggunaan gadget

- Tiga tipe dan kreteria belajar  menurut Bobby De Potter


KISI-KISI BK KELAS IX

- Perkembangan dan kemajuan IPTEK

- Metode belajar (demonstrasi, modeling, eksperimen, refleksi)

- Tujuan, cara, sumber  dan jenis-jenis pengetahuan

- Kegiatan pengembangan diri di sekolah (ekstra kulikuler)

- Tujuan, cara, dan sumber belajar

- Tripusat pendidikan 

- Perkembangan dan perubahan fisik dan psikis masa remaja

- Pergaulan sehat (positif) vs pergaulan tidak sehat (negatif)

- Etika pergaulan

- Sikap, minat, dan bakat 

- Peminatan dan penjurusan sekolah lanjutan (SMA/SMK)

Tiga tipe dan kreteria belajar  menurut Bobby De Potter

- Prospek karir sekolah lanjutan (SMA/SMK)

 

 

 

 

 

 

  

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2

Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional Oleh : Sulaiman CGP Angkatan 9  SMP Negeri 17 Tangerang Selatan Kali ini saya akan menulis menge...